Saya cukup terkejut melihat sebuah blog milik ibu-ibu yang menyerukan golput! Bukannya apa-apa, biasanya seruan golput selama ini datang dari lelaki (malah hanya sebagian kecil dari lelaki cerdas dan terpilih :) ). Tapi ini dari seorang ibu-ibu! Dan yang lebih hebat lagi adalah alasannya mengapa ia memilih golput. Bukan karena apatis, bukan karena tak peduli, bukan karena menyerah, atau bukan karena mutung seperti banyak yang dituduhkan para pembenci golput. Apa alasannya? Nih baca aja sendiri:

Pemilu 2009 sudah di depan mata. Tak satupun partai peserta pemilu yang sreg di hati, semuanya sudah terjebak pada praktek demokrasi yang lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Sebenarnya, ada satu partai yang masih jadi tumpuan harapan yaitu PKS, tapi akhirnya pupus sudah sejak saya mengenal seorang kader PKS yang menjadi caleg di kota Bogor. Ceritanya, waktu itu aku ikut pengajian di rumah tetangga, setelah selesai pengajian ternyata ada tambahan acara yaitu sosialisasi pemilu 2009 yang disampaikan oleh seorang kader PKS. Kader PKS ini meminta kami untuk tidak Golput dengan alasan bahwa memilih itu bukan sekedar hak tapi juga kewajiban seorang muslim. Dan dia sedikit mengintimidasi ibu-ibu dengan mengatakan bahwa, “Apakah ibu-ibu mau kalau negara kita ini seperti Nigeria, sebuah negara yang mayoritas penduduknya muslim tapi dipimpin oleh seorang presiden yang Nasrani ? Makanya, ibu-ibu harus menggunakan hak pilih ibu-ibu. Pilihlah partai berbasis agama Islam”.  He…he…he…paranoid…dan tidak masuk akal, pikirku saat itu.

Saat itu aku bertanya kepada kader PKS tsb, “Sebagai salah satu partai berbasis Islam, apakah PKS berani secara tegas memperjuangkan Syariat Islam ? Kalau berani, maka saya akan memilih PKS”.

Kader tsb nampak sedikit terkejut dengan pertanyaan saya dan menjawab, “Ibu, kita kan semua tahu bahwa di Indonesia ini masih sangat banyak yang anti dengan Syariat Islam, mendengar kata Syariat Islam saja sudah takut, jadi masih perlu kesabaran dan waktu yang panjang”.

Disitulah letak perjuangannya, sebuah partai yang secara tegas memperjuangkan Syariat Islam,  sekaligus memperkenalkan dan menjelaskan tentang syariat Islam yang sesungguhnya itu bagaimana,  agar orang tidak lagi anti dan takut terhadap Syariat Islam. Tidak berjuang dalam kemunafikan dan kepura-puraan, menempuh jalan seorang pengecut dan bermuka dua.

Seperti sudah kuduga, diakhir  acara, kader tsb membagi-bagikan kerudung untuk ibu-ibu pengajian. Ehhmmm….money politic or politik kerudung neehh…meskipun aku  tahu pasti bukan cuma PKS yang melakukan hal ini..bahkan partai lain jauh lebih parah, tetapi terbukti bahwa PKS juga terjebak dalam praktek embel-embel pemilu dan demokrasi yang lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Teringat pemilu 5 tahun yang lalu, ketika para tetanggaku sibuk memasang bendera partainya masing-masing,sampai di halaman rumah masing-masing, ada yang PAN, Demokrat, PDS, PDI, dll. Aku gak mau kalah, aku pasang bendera putih bersih dan polos…pertanda GOLPUT, tetanggaku pada heran mungkin…ini si ibu masang bendera apaan siih…bendera kematian…or bendera orang nyerah karena kalah perang ? He..he..he..

Kalo tidak ada satupun yang amanah dimataku, masak aku tetap harus memilih ? Aku punya tanggung jawab moral atas pilihanku, yang harus aku pertanggungjawabkan kelak juga di akhirat.

Bagi yang mau menggunakan hak pilihnya silahkan, bagi yang mau menggugurkan haknya alias GOLPUT juga monggo.

Selamat menentukan pilihan untuk memilih atau tidak memilih.

Alhamdulillah, ternyata masih ada orang-orang -apa lagi ibu-ibu sebagai pemilih terbesar- yang masih memiliki kepekaan, kesadaran dan kecerdasan politik spiritual. Saya berdoa mudah-mudahan semua ibu-ibu di negeri ini bisa bersikap cerdas seperti ini!

(Sumber Tulisan: Masih Golput aahh)

Baca juga: