You are currently browsing the monthly archive for Oktober 2011.
Ketika kita melihat sebuah #mobil, kita berfikir pasti ada yg menentukan bentuk, warna, mesin, fitur mobil dll. Ada sedan, SUV, MPV, dll.
Artinya sebuah mobil tdk berdiri sendiri. Adanya #mobil tsb menunjukkan keberadaan pihak lain yg telah merancang, sekalipun ia tak terlihat
Adanya si perancang #mobil, meski tak terlihat, realitasnya nyata ada; somewhere, somehow, someplace.
Si perancang #mobil tadi sebelumnya telah membayangkan apa warna #mobil tsb, bagaimana desainnya, jenis mesinnya dll. Ia berkehendak mutlak
Di sisi lain #mobil sebagai obyek ciptaan hy bs tunduk dg semua ketetapan si perancang. Ia hanya bisa pasrah dg takdirnya tanpa bs kompromi
Now imagine #mobil tsb memiliki AI shg memiliki kesadaran seperti film Cars. Akankah ia bs berfikir dan menemukan eksistensi si perancang?
Mestinya si #mobil bertanya, siapa yg merancang bentuk, fitur, mesin yg ada pada diriku? Pasti pihak yg punya pengetahuan & kecerdasan
Pengetahuan & kecerdasan td pastilah datang dari tempat lain, ia terpisah & bukan bagian dari #mobil: Kecerdasan dimiliki oleh si perancang
Dari analogi #mobil tadi, kta harusnya bs menyimpulkan bahwa manusia, alam semesta & seisinya yg tertata cermat pastilah ada yg menciptakan
Seperti #mobil, manusia yg memiliki bentuk, ragam & organ rumit menunjukkan adanya pihak lain yg telah merancang, sekalipun ia tak terlihat
Dalam Islam, obyek ciptaan seperti #mobil atau manusia disebut makhluk. Sedangkan si penciptanya disebut khalik, keduanya bertolak belakang
Makhluk spt #mobil diciptakan, maka ia diawali oleh ketiadaan. Ketika tiada, ia hanya terwujud pada ‘benak’ si pencipta; bentuk, warna, dll
Ketika si pencipta selesai ciptakan #mobil (ato manusia), terwujudlah ia di alam nyata. Dengan bentuk, warna, fitur yg menjadi ketentuannya
Jadi semua makhluk (spt #mobil) diawali oleh ketiadaan dan oleh karenanya ia hanya bisa tunduk pasrah dg smua ketentuan & kehendak pencipta
Manusia dan alam semesta seperti #mobil yg hanya bisa tunduk pasrah dengan ketentuan2 yg berlaku pada dirinya, maka pasti ia diciptakan
Jika sifat makhluk spt #mobil adalah tunduk pasrah terbatasi oleh kehendak rancangan sang khalik. Lalu bagaimana sifat khalik sendiri?
Jika makhluk spt #mobil adalah segala sesuatu yg diciptakan, maka khalik sebagai pencipta tertinggi tidak diciptakan oleh siapa pun
Jika khalik diciptakan spt #mobil, maka pd hakikatnya ia makhluk, dan makhluk menghajatkan kepada pencipta yg lain; khalik yg sesungguhnya
Maka khalik sejati tidak diciptakan, tidak diawali ketiadaan & tidak memiliki keterbatasan spt keterbatasan bentuk fitur mesin pada #mobil
Karena khalik sejati tdk diciptakan spt #mobil, ia tdk memiliki keterbatasan ala makhluk, maka ia serba tidak terbatas dan maha segalanya
Khalik menentukan, makhluk (spt #mobil) ditentukan. See qunut: Fainnaka taqdi wala yuqda alaik. Engkau yg menentukan dan tidak ditentukan.
Dan khalik harus 1. Krn mustahil ada 2 khalik yg masing2 tak terbatas, yg satu tdk batasi yg lain. Bs konflik ciptakan makhluk spt #mobil
Kalau ada khalik yg hrs disembah, maka mestinya ia bersifat2 serba tdk terbatas & maha segalanya, bukan makhluk lemah spt #mobil or manusia
So kalo pilih agama, pilih yg rasional, sembah khalik yg rasional pula, ikuti kitab suci yg juga rasional. Jangan sampai sembah #mobil

Komentar Terbaru