Mengapa kita perlu belajar Islam? OK mari kita coba bersikap fair. Kita biasanya mengalokasikan waktu sesuai dengan kepentingan dan prioritas hidup kita. Berapa jam Anda kerja sehari? Mungkin sekitar 8 jam. Itu sama dengan 2400 jam setahun. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk lulus sekolah? Ditambah lagi berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk lulus kuliah? Mungkin sekitar puluhan ribu jam! Belum lagi kalau Anda mengambil S2 dan S3.
Coba perhatikan, setiap penggal waktu yang kita alokasikan setiap harinya, yang kemudian terakumulasi menjadi ribuan bahkan puluhan ribu jam, telah memberikan kita keahlian atau kompetensi tertentu. Entah itu sebagai seorang arsitek, dokter, atau sofware engineer. Kita menjadi lebih ahli dan kompeten dalam hal tertentu dibandingkan yang lain. Dan untuk mendapatkan keahlian itu, kita membayarnya cukup mahal. Puluhan ribu jam kerja keras, lembur, bermandikan peluh dan berkawan dengan penat. Hasilnya? Anda punya skill tertentu, yang cukup berharga sehingga perusahaan atau konsumen Anda rela membayar Anda dalam jumlah yang cukup besar.Yang ingin saya katakan adalah ini; sebuah pengetahuan dan keahlian tidak akan pernah datang hanya dengan iseng-iseng, setengah-setengah atau belajar ala kadarnya saja. Anda tidak bisa lulus kuliah dengan cara seperti ini bukan?
Lalu bagaimana dengan Islam? Sudah sejauh mana pengetahuan Anda tentang Islam? Berapa jam sehari waktu yang Anda keluarkan untuk belajar Islam? Berapa ribu jam akumulasinya dalam setahun? Sudahkan Anda cukup berkompeten menjadi seorang muslim? Sudahkah Anda menjadi ahli, atau setidaknya terampil, menjadi seorang muslim? Hey, untuk menjadi seorang muslim (well, especially the good one) juga butuh pengetahuan dan ketrampilan bukan? Untuk bisa ikhlas, sabar, tawakkal, berahlak karimah dan beribadah dengan benar pasti butuh pembelajaran, pengetahuan dan ketrampilan.
Ketika Anda punya keahlian menjadi seorang dokter spesialis, pengacara, arsitek, sejatinya itu keahlian yang diperlukan dalam sub domain hidup Anda. Artinya itu hanya sebagian dari porsi hidup Anda seluruhnya. Tapi ketika Anda menjadi seorang muslim, itu keahlian yang dipelukan dalam domain hidup Anda, dalam keseluruhan hidup yang akan Anda jalani saat ini, bahkan ketika Anda meninggalkannya kelak. Lalu mengapa kita mencurahkan waktu, energi dan fikiran yang jauh lebih sedikit untuk belajar Islam, dibandingkan dengan belajar jadi seorang arsitek misalnya. Mengapa kita kurang memprioritaskan domain utama kita, dibandingkan dengan sub domain atau fragmen dari hidup kita. Menjadi pengacara atau arsitek adalah tentang sebagian dari kisah hidup Anda. Menjadi seorang muslim adalah tentang seluruh kisah hidup Anda. Hidup dan mati Anda.
Point-nya adalah ini; marilah kita belajar Islam dengan sungguh-sungguh, intensif, sistematis dan disiplin. Kalau kita mau melakukannya hanya sekedar untuk gelar S1, S2 dan S3 di universitas, mengapa tidak untuk gelar muslim, mukmin dan mutaqin dalam hidup (dan setelah hidup) ini? Karena kesuksesan dan kebahagiaan kita dalam hidup ini, dan terlebih lagi setelah kehidupan ini, sangat ditentukan oleh “jam terbang” belajar Islam kita. Mungkin bukan dengan pendekatan ruang kuliah yang formal, tapi lebih cenderung street smart dan learning by doing. Teman-teman saya menyebut metode belajar Islam seperti ini dengan istilah halaqah. Sebuah metode yang teruji dan terbukti efektif membenamkan ruh Islam dalam jiwa Anda. Saya mengajak Anda untuk bergabung di dalamnya..
Prosesnya, saya akan menulis topik yang sistematis dan terarah. Dan Anda bisa menanggapinya lewat post komentar yang disediakan. Sebaiknya Anda mengakses topik-topik halqah dari menu ini, karena sudah diurutkan menurut sistematika topik. Jika Anda akses dari selain menu ini, mungkin Anda akan sedikit bingung karena tidak diurutkan menurut sistematika topik, tapi menurut waktu posting topik (that’s what blog is).
Inilah topik topiknya:
Prolog
- Realitas Umat Islam Sekarang
- Mengapa Umat Islam Terpuruk?
- Jika Islam Sebuah Pohon #1
- Jika Islam Sebuah Pohon #2
Akar Islam (Akidah)
- Hidup dari Mana? Untuk Apa? Akan ke Mana?
- Mencari Jawaban yang Benar
- Bukti Keberadaan Pencipta
- Bukti Al-Quran Informasi dari Pencipta
- Hidup untuk Menyembah dan Beribadah kepada Allah
Batang Islam (Syariah)
- Bagaimana Beribadah dengan Benar
- Ruang Lingkup Syariah Islam
- Sudah Sempurnakah Ketaatan Kita?
- Jika Syariah Islam Diabaikan
Daun Islam (Dakwah)
- Menyempurnakan Ibadah dan Syariah dengan Dakwah
- Jika Dakwah Ditinggalkan
- Kilas Balik Dakwah Nabi Muhammad saw
- Dakwah Politik Nabi Muhammad saw
- Tahapan Dakwah Nabi Muhammad saw
- Hukum Bergabung dengan Kutlah Dakwah
Epilog

Tinggalkan Komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini