Ini hanya berlaku bagi mereka yang hanya menyerukan golput tapi tidak melakukan apa pun. Namun bagi orang-orang yang golput dengan alasan-alasan teologis dan ideologis, mereka justru bekerja siang malam tanpa henti memperbaiki negeri ini. Bahkan mereka bekerja lintas negara dan benua, membentuk jejaring untuk membebaskan manusia dari bencana cengkraman sekulerisme dan kapitalisme global.

Anda bisa melihat link “A Global Liberation Movement” pada blogroll saya, dan melihat beberapa hal yang sudah, sedang dan akan dilakukan untuk membuat dunia ini lebih baik lagi. Bahkan banyak teman kami di beberapa negara, harus head to head dengan rezim yang represif. Mereka ditangkap, dipenjara dan disiksa, bukan karena mereka membawa senjata api, bom, atau rocket propelled grenades (jangankan senjata, aturan internal kami melarang membakar bendera ketika berdemonstrasi). Bukan karena itu semua, tapi karena mereka menyerukan syariah dan khilafah (ya, sebuah seruan yang dianggap utopia dan tidak kokrit bagi sebagian muslim). Artinya, apa yang kami serukan, menjadi momok menakutkan bagi para penguasa pro kapitalis dan pro sekuler, dan mengancam status quo mereka:

Mereka yang telah mendedikasikan hidupnya untuk sebuah perjuangan yang mulia, bahkan siap dengan resiko terburuk sekalipun; berpisah dengan anak istri tercinta, ditangkap, disiksa bahkan dibunuh, tentu bukan orang-orang yang apatis dan tak peduli. Justru hanya orang-orang yang hanya mau menerima “resiko terbaik”; seperti gaji tinggi, tunjangan lengkap, duduk di kursi kulit mewah empuk, dan ruangan parlemen yang megah nyaman ber-AC (data detil selahkan click ini), kadang-kadang malah ngorok lagi pas sidang!! Mereka-mereka itulah yang lebih layak mendapatkan predikat apatis dan tak peduli!!

Topik Utama: Top 10 Alasan Sesat Wajibnya Pemilu