Terbukti bebas dari korupsi yang mana? Karena korupsi itu bermacam-macam. Ada korupsi kelas jalanan seperti pungutan liar dan lain-lain. Ada juga high level corruption atau penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan diri seperti yang rame-rame ditangkap KPK belakangan ini. Dan yang paling mengerikan adalah ideological level corruption dimana yang korup adalah ideologi dan sistemnya, jadi sekalipun parpol dan calegnya jujur 100%, mereka tetap korup karena menjalankan sistem yang korup, seperti sistem yang dibangun di atas asas kapitalisme-sekulerisme sekarang ini. Dimana negara beralih fungsi menjadi kepanjangan tangan bagi kepentingan bisnis. Lihat saja aroma kebijakan privatisasi dan swastanisasi yang menyeruak dimana-mana, mulai dari BBM dengan UU Liberalisasi Migas, UU Penanaman Modal Asing, UU Sumber Daya Air, kekayaan hutan digadaikan dengan HPH, pendidikan disuruh cari duit sendiri dengan BHMN, tambang emas perak tembaga di Papua dikeruk habis-habisan oleh Freeport, UU Pornografi terganjal karena tekanan industri pornografi asing. Jadi negara kita ini sekalipun pemimpinnya jujur, tapi menjalankan kebijakan pro-kapitalis dan pro-korporasi yang korup. Kalau pun bebas korupsi, paling hanya level jalanan dan kekuasaan elit, percumah! Dan ini belum solutif dan efektif. Seharusnya berantas juga korupsi level ideologis, dengan mengganti sekulerisme dan kapitalisme dengan Islam, syariah dan khilafah!

Topik Utama: Top 10 Alasan Sesat Wajibnya Pemilu