Tulisan di bawah adalah hasil dialog saya dengan seseorang yang menyebut dirinya “Pelayan Tuhan”. Ini awalnya adalah sebuah diskusi antar komentar dari topik Top 10 Alasan Sesat Wajibnya Pemilu. Lalu saya repost dalam sebuah format tulisan baru seperti ini karena menurut saya ini penting untuk didiskusikan. Jauh niatan saya untuk memanas-manasi atau memprovokasi dengan tulisan saya ini. Tapi apa yang saya kemukaan adalah sesuatau yang obyektif dan rasional, terlebih kalau Anda sudah cukup akrab dengan mainstream pemikiran saya di blog ini. Apalagi kalau Anda sudah membaca: Kalo golput, jangan salahkan kalo nanti presidennya non-muslim. Di situ malah saya pertanyakan apa bedanya pemimpin kita muslim atau non-muslim, kalau sistemnya sama-sama sekular-liberal-kapital? Baiklah inilah opini “Si Pelayan Tuhan”:

Saudara-saudaraku sebangsa setanah air, cukuplah kiranya kita memberikan kesempatan kepada kaum muslim untuk memimpin bangsa ini, cukuplah sudah !, apa yang sudah mereka berikan kepada bangsa ini ? apa ? Negara terkorup nomor satu !, negara terporno nomor satu !, negara terkaya alamnya tapi termiskin rakyatnya !. aborsi merajalela, zina merajalela, permasalahan bangsa ini berputar-putar pada sembako hilang dan bbm hilang, itulagi-itu lagi, kapan kita mau maju ? cukuplah sudah ! saudaraku cukuplah. Mohon maaf saudara-saudaraku muslim, anda selalu berkoar-koar sebagai ummat terbaik, benarkah ????, tidak sadarkah anda dengan kondisi indonesia yang seperti pengidap tbc yang sedang menunggu ajal tiba ???. inikah ummat prestasi ummat terbaik ? negara terporno ? negara terkorup ? negara yang dipenuhi para pencuri ? inikah ummat terbaik ????, sadar dirilah, anda muslim, anda sudah terbukti tidak mampu mengurus bangsa ini, sekarang saatnya ijinkan kami para hamba pelayan Tuhan mengurus bangsa ini, masalahnya bukan soal umat terbaik atau bukan terbaik, persoalannya adalah bukti ! dan anda wahai muslim sudah terbukti tidak mampu dan sudah terbukti anda adalah umat terburuk. Jadi serahkanlah kepemimpinan indonesia kepada kami yang bukan muslim. kami berjanji akan memenuhi bumi indonesia ini dengan kemakmuran dan keadilan.

Hamba Pelayan Tuhan

Lalu opini “Pelayan Tuhan” di atas, saya balas dengan tulisan seperti ini:

Sahabatku Pelayan Tuhan, persoalannya bukan hanya siapa yang berhak memimpin, tapi dengan sistem apa dia akan memimpin kelak? Siapa pun orangnya, tapi memimpin dengan sistem sekuler-liberal-kapital yang self-destructive seperti sekarang, maaf, percumah. Ibarat mobil bobrok hanya ganti sopir, mana bisa beres? Mau sopirnya Michael Schumacher kalo mobilnya sudah usang dan saatnya diganti, ya tidak akan membawa arti apa2, selama mobil itu belum diganti. Lihat AS, pemimpinnya selama ini non-muslim, tapi sistemnya sekular-liberal-kapital, hasilnya? Perzinaan merajalela, homoseks dilegalkan, mengirim pasukan ke Afghan dan Irak hanya untuk minyak, jurang kesenjangan ekonomi menganga lebar-lebar.. Pada saat yang bersamaan, negeri2 lain seperti Inggris, Perancis, Jerman, dll hanya bisa mengamini saja, karena mereka sejatinya se-ideologi. Apa seperti ini yang Anda inginkan? Apa yang bisa Anda janjikan sebagai non-muslim, kalau sistemnya masih sistem yang memiliki cacat bawaan untuk menyengsarakan umat manusia? Apa yang bisa Anda janjikan wahai Pelayan Tuhan? Sehingga persoalannya adalah, apakah Anda punya konsep sistem/ideologi alternatif? Apakah Anda punya konsep yang genuine, orisinal dan otentik yang dirumuskan dari Kitab Bibel Anda? Apakah Anda memiliki konsep ekonomi, politik, sosial, hukum yang detil dan operasional? Dan lebih dari itu sudah kah teruji dan terbukti dalam sejarah? DAN BUKAN COPY PASTE DARI SISTEM SEKULAR-LIBERAL-KAPITAL seperti sekarang! Punyakah Anda wahai Pelayan Tuhan? Anda paham yang saya maksud? Misalnya ketika negeri kita tercinta langganan dihempas badai krisis ekonomi yang berulang, apa tawaran solusi Anda? Menurut Anda apa akar masalahnya? Bagaimana solusinya tuntasnya? Lalu bagaimana kebijakan ekonomi-moneter tawaran Anda? Sudahkan Anda menyiapkannya? Ketika free sex merajalela, apa tawaran solusi integral Anda? Oke, kalau tidak mampu detil, garis besar sajalah, sudah kah Anda siapkan? Ketika kemiskinan meningkat, pengangguran meningkat, bagaimana tawaran solusi Anda? Mana tulisan Anda, mana argumen Anda, mana blog Anda yang memaparkan semuanya tadi!? Sahabatku, kita ini sedang membangun peradaban, jangan main-main, jangan lagi coba-coba, jangan lagi bereksperimen! Kalau Anda hanya bisa memberi slogan kosong, ketika memimpin Anda tidak akan jauh berbeda dengan apa yang tengah terjadi saat ini, bahkan bisa lebih buruk! Sekalipun secara person Anda baik, apa gunanya jika menjalankan sistem yang buruk dan destruktif!? Apa gunanya jika Anda hanya akan menjalankan sistem politik yang oportunistik, sistem ekonomi yang kapitalistik, sistem pendidikan yang sekulersitik, sistem kesehatan yang materialistik? Seperti yang tengah berlangsung sekarang. Itulah mengapa selama ini negeri kita tidak pernah bisa lebih baik. Bukan karena masalah person, tapi lebih kepada sistem yang dijalankan oleh person tersebut. Itulah mengapa kami menyerukan kepada semua pihak UNTUK BERHENTI MENDUKUNG DAN MENJALANKAN SISTEM SEKULAR-LIBERAL-KAPITAL ini, dan menggantinya dengan sistem kebalikannya, yaitu SISTEM SPIRITUAL-TRANSENDENTAL. Dan jika agama Anda tidak bisa memberikan konsep yang detil, konkret dan operasional, sudah lah, setuju dan yakin saja dengan Islam, syariah dan khilafah! Terakhir, jika Anda masih mendukung sistem sekular-liberal-kapital yang zhalim ini, jangan berani-berani sebut diri Anda PELAYAN TUHAN, karena sesungguhnya Anda hanyalah PELAYAN KAPITALIS!

Tulisan ini saya post juga di Politikana.com, dan mendapatkan tanggapan yang sangat luar biasa. Luar biasa ditentang maksudnya, bahkan ada yang memaki-maki.😀 Kelihatannya saya adalah orang pertama yang membawa isu Islam, Syariah dan Khilafah di sana. Nggak heran jadinya kalau responnya begitu meriah di tengah mainstream pemikiran sekluer-nasionalis-pragmatis. Sebagai perbandingan, tulisan saya yang paling rame di blog ini adalah Top 10 Alasan Sesat Wajibnya Pemilu, dengan 90 komentar yang dicapai dalam waktu dua tiga minggu lebih. Tapi apa yang saya tulis di Politikana.com tadi menghasilkan 120 komentar lebih, yang dicapai dalam waktu dua tiga hari saja, dan 99.9% dari komentar itu menentang opini saya, dan saya hanya sendirian saja mempertahanan argumen saya (kecuali setelah komentar ke-100 lebih ada seseorang bernama Jeka membantu saya😦 -its better late than nothing..). Bagi yang berminat melihat bagaimana randori adu argumennya berlangsung, silahkan lihat di sini :http://politikana.com/baca/2009/03/29/baiknya-pemimpin-muslim-atau-non-muslim.