Tidak hanya SPBU saja yang perlu ditera ulang. Hati, fikiran dan tindakan kita pun perlu ditera ulang secara rutin, agar senantiasa selaras dengan segenap ketentuan, hukum dan syariah-Nya. Ibarat timbangan yang makin presisi dan akurat ketika ditera ulang, demikian pula dengan hati, fikiran dan derap langkah kehidupan kita. Ibarat senar yang semakin jernih bunyinya setelah distem, demikian pula dengan komitmen dan tujuan hidup kita. Semuanya akan semakin akurat, tepat dan on the right track, jika kita senantiasa mengkalibrasinya secara rutin.

Bagaimana caranya? Salah satunya, coba hayati bacaan-bacaan shalat kita. Terutama ketika kita membaca doa iftitah; inna shalatiy, wa nusukiy, wa mahyaya, wa mamatiy, lillahi rabbilalamin (sesungguhnya shalatku, ibadahku, HIDUP dan MATIKU, semata-mata untuk Allah semesta alam). Dan resapi juga ketika kita membaca Al-Fatihah, ihdinas shiratal mustaqim… (tunjukilah aku jalan yang lurus), resapi dan biarkan maknanya merembes jauh ke dalam celah relung terkecil hati kita, mensegarkan langkah kita.