Nuansa persaingan para calon Kapolri sebagai satu hal yang bersembunyi di balik penangkapan Abu Bakar Baasyir memang benar adanya.

Tapi soal kabar yang mengatakan bahwa salah seorang petinggi polisi bintang tiga yang saat ini masih menjabat Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Gories Mere, berambisi menduduki posisi Polri-1, dinilai tidak benar.

“Kita dengar juga seperti itu, tapi kalau disebutkan jenderal bintang tiga yang itu (Gories Mere), dia kan selama ini tidak masuk dalam bursa, mungkin sebatas pendukung salah satu figur calon kuat,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Sabtu, 14/8).

Neta mengatakan, hal wajar bila barisan pendukung masing-masing calon sudah bermanuver dan gencar melakukan sosialisasi untuk melicinkan jalan jagoannya menggantikan Bambang Hendarso Danuri.

“Kemungkinan besar memang ada yang mencari simpati dari presiden untuk bursa Kapolri. Penangkapan Baasyir itu kan respons dari ucapan Presiden. Kalau memang Abu Bakar Baasyir DPO, pasti akan didahului pemanggilan. Baasyir kan mudah sekali mencarinya, dia tidak akan kemana-mana hanya berdakwah saja,” jelasnya.

Sebelumnya, salah seorang orang kepercayaan Abu Bakar Baasyir, Fauzan Al Anshari, kepada Rakyat Merdeka Online, mengutarakan, momen penangkapan mantan Amir Majelis Mujahidin itu amat nyaman dimanfaatkan untuk macam-macam manuver.

Fauzan tak lupa menyebut manuver persaingan para calon Kapolri sebagai salah satu yang bersembunyi di balik penangkapan Baasyir.  Dalam kasus ini, ia mencurigai satu nama yaitu Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Gories Mere.

“Saya mencurigai Goris Mere, dia kan di BNN tapi kenapa dia selalu terlibat dalam penggerbekan teroris termasuk di dalam penangkapan Ustad Baasyir ini,” ucapnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa minggu ini diperkirakan Presiden SBY akan memutuskan siapa nama jenderal polisi yang akan diajukannya ke Parlemen untuk menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Sejauh ini ada delapan nama calon kuat Kapolri yang sudah mulai dibicarakan banyak kalangan. Antara lain, Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani, Irwasum Komjen Nanan Soekarna, Kapolda Sumatera Utara Irjen Oegroseno, Kapolda Metro Jaya Irjen Tmor Pradopo, juga Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere. Per tanggal 1 Agustus yang lalu Jenderal BHD yang lahir pada tanggal 10 Oktober 1952 disebut-sebut telah memasuki masa persiapan pensiun.[ald]